Bisnis Cokelat Pria Ini Laris Manis, Omzet Puluhan Juta Rupiah

27 September 2017

empat mengalami berbagai penolakan, Saiful Abdullah akhirnya merasakan manisnya bisnis camilan cokelat.

Ketika ditemui VIVAnews di pameran Trade Expo Indonesia (TEI) di Kemayoran, Jakarta, Rabu 16 Oktober 2013, Saiful menuturkan bahwa di Makassar, produksi kakao melimpah. Daerah itu memang terkenal sebagai salah satu sentra penghasil komoditas kakao atau biji cokelat.

Memanfaatkan kekayaan produk pertanian di daerahnya itu, Saiful pun mengolah kakao menjadi cokelat kemasan yang siap dimakan.

"Saya berpikir untuk membuat produk dalam bentuk jadi. Makanya saya mencoba masuk bisnis produk ini," kata Saiful.

Pada 2007, dia mulai membuat cokelat isi kacang mede dengan merek "Cokelat Loosari". Modal yang dikeluarkannya waktu itu sebesar Rp1,5 juta untuk membeli bahan baku seperti 10 kilogram cokelat dan 1,5 kilogram kacang mede serta peralatan produksi seperti mesin pemanas, pendingin, dan mesin sterilisasi.

"Waktu itu, saya hanya membuat cokelat untuk pesanan dan acara-acara tertentu," kata Saiful.

Kemasan yang digunakan pun sederhana, toples berbentuk tabung dan segilima.

Setelah dua tahun berlalu, ragam Cokelat Loosari pun berkembang. Kini, Saiful memproduksi cokelat dengan isi keju, durian, dan kismis. Ia juga sudah menggunakan kemasan dan desain yang dipatenkan.

"Ada ukuran kemasan besar yaitu 16x11 gram dan yang kecil 8x11 gram. Kalau yang besar harganya Rp30 ribu dan yang kecil Rp15 ribu," kata dia.

Menurut Saiful, pelanggannya menyukai produknya, cokelat dengan berbagai isi yang dikemas dalam wadah toples ini. "Sekali beli dapat banyak rasa," kata dia.

Pria berusia 48 tahun ini memproduksi sekitar 300-400 bungkus Cokelat Loosari per hari, dibantu dengan 4 orang pekerja tetap dan 2 orang pekerja lepas.

Berapa keuntungan yang didapatkan dari bisnis ini? Saiful tak menjelaskan keuntungannya secara rinci. Namun, pendapatan dari bisnis mencapai lebih dari Rp50 juta setiap bulan.

"Sekarang omzetnya sekitar Rp60 juta per bulan," kata Saiful.

Saiful mengatakan bahwa penjualan produknya masih terbatas di wilayah Makassar dan sekitarnya. Tapi, Cokelat Loosari bisa dibeli dengan pemesanan dan pernah dikirim hingga ke Balikpapan, Palu, Bandung, dan Manado.

"Pernah juga ke luar negeri, tapi bukan saya menjualnya. Pembeli saya membelinya lagi untuk dijual kembali di sana," kata dia.

Ia menambahkan, produknya ini telah lolos sertifikasi Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Oleh karena itu, Cokelat Loosari ini aman dikonsumsi. Tidak hanya itu, merek Cokelat Loosari pun sudah terdaftar sebagai Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

"Kalau tidak salah, dari BPOM itu dapatnya pada 2010 dan HAKI tahun lalu," kata dia.

Sempat ditolak dan dihina
Saiful juga mengisahkan pengalaman jatuh bangunnya menggeluti bisnis ini. Pernah beberapa pihak menolak produknya.
 
"Waktu itu, saya pernah menawarkan cokelat saya di suatu toko. Pemiliknya bilang: Mana ada cokelat di Makassar," kata Saiful.

Pemilik toko tersebut, kata Saiful, menganggap produk buatannya tidak berkelas. Ia pun sempat diejek dan dipandang sebelah mata.

"Cokelat, katanya, malah bisa bikin orang sakit perut. Ya sudah, saya bilang coba saja dulu. Kalau sakit perut, saya yang tanggung jawab," kata bapak tiga anak ini.

Saiful pantang menyerah. Di toko yang sama, dia menawarkan kembali produknya. Setelah ditolak sebanyak 3-4 kali, akhirnya pemilik toko mau menerima cokelat buatannya.

"Tapi, hanya menitip. Berapa yang laku itulah yang dibayar," kata dia.

Kini, setelah cokelat buatannya banyak peminat dan digemari pelanggan, toko-toko justru ingin pasokannya ditambah.

"Sekarang, pemilik toko malah mengomel kalau saya telat kirim barang. Katanya, kenapa saya dibedakan dengan yang lain," kata Saiful sembari terkekeh.

Apabila ada yang berminat mencicipi atau membeli Cokelat Loosari ini, Saiful menjelaskan, produknya bisa ditemui di stand TEI hingga 20 Oktober 2013.

Jika tidak sempat mengunjungi pameran dagang di hall JIExpo itu, Saiful mempersilakan siapa pun untuk mengunjungi gerai Cokelat Loosari di kompleks Alam Hijau Sejahtera, Jalan Tidung VII No. 102, Kelurahan Mapala, Makassar.

Pemesanan, kata Saiful, juga bisa dilakukan dengan mengirim e-mail kepada loosari@ymail.com atau mengakses situs www.loosari.com.

Saiful mematok jumlah minimal pemesanan Rp1 juta. "Tentu biaya kirim ditanggung pembeli," kata Saiful. (art)

sumber: http://www.viva.co.id/berita/bisnis/452245-bisnis-cokelat-pria-ini-laris-manis-omzet-puluhan-juta-rupiah




Baca juga
27 September 2017
Cokelat Isi Keju Paduan Pas Rasa Manis dan Asin
COKELAT isi mente sudah lumrah ditemukan. Bagaimana dengan cokelat isi keju?

Lihat juga

Pembayaran

  • BCA
  • No. Rek: 7015038365

    Atas Nama : YUDI

Customer Services

Tentang Kami

ALAM HIJAU SEJAHTERA
Makassar - Indonesia
Telp: 0262-2801818
HP (whatsapp Only): 0895-2014-0846
Email: admin@loosari.com